LHOKSUKON – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar mengheningkan cipta untuk mengenang tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang meninggal dunia akibat penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Mengheningkan cipta tersebut dilaksanakan usai apel pagi di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Senin (14/9/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosa) Aceh Utara, Fauzan, S.Sos., MAP, dan diikuti seluruh ASN yang hadir dalam apel gabungan.
Tiga ASN yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut yakni Aprida Rapi’ (49), Alfonsius Albinus Mehan (35), dan Wili Mbuik (24).
Berdasarkan informasi yang diterima, ketiganya menjadi korban penembakan saat dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah menjalankan tugas meninjau program cetak sawah dan menyalurkan bantuan ternak pada Rabu (9/9/2026).
Suasana apel berlangsung khidmat. Seluruh peserta berdiri dengan tertib dan menundukkan kepala selama mengheningkan cipta untuk mengenang ketiga ASN yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.
Mengheningkan cipta tersebut menjadi bentuk penghormatan dan belasungkawa dari jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kepada para korban, sekaligus sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga yang ditinggalkan serta sesama aparatur negara yang menjalankan tugas di berbagai wilayah Indonesia.
Fauzan menyampaikan bahwa seluruh ASN perlu menunjukkan rasa empati dan penghormatan kepada para aparatur negara yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia dalam menjalankan tugas. Semoga keteladanan dan pengabdian mereka menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Fauzan.
Menurutnya, penghormatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di kalangan ASN, khususnya dalam menghargai setiap aparatur yang menjalankan amanah negara di berbagai daerah.
Kegiatan mengheningkan cipta berlangsung dengan tertib dan khidmat sebelum rangkaian apel pagi dilanjutkan kembali. [Muhammad S]









