Havana – Jaringan listrik nasional Kuba mengalami keruntuhan total pada Minggu malam (02/08/2026), yang mengakibatkan pemadaman listrik massal (blackout) di seluruh pulau dan membuat sekitar 10 juta penduduknya hidup dalam kegelapan.
Perusahaan listrik milik negara, Unión Eléctrica de Cuba (UNE), mengonfirmasi keruntuhan tersebut melalui pengumuman singkat di platform media sosial X dan Facebook tanpa merinci penyebab pasti maupun estimasi waktu pemulihan jaringan.
Poin Penting Krisis Energi Kuba:
* Rangkaian Pemadaman Berulang: Insiden ini menambah daftar panjang krisis kelistrikan di Kuba. Sebelumnya, jaringan listrik nasional telah mengalami tiga kali pemadaman total sepanjang bulan Juli 2026 saja.
* Blokade Minyak dan Tekanan AS: Krisis energi yang semakin parah ini dipicu oleh blokade minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Kuba kesulitan mengamankan pasokan impor bahan bakar setelah hilangnya dukungan dari Venezuela serta penghentian ekspor dari Meksiko akibat tekanan diplomatik Washington.
* Infrastruktur yang Rapuh: Sanksi bertahun-tahun serta kekurangan suku cadang telah melumpuhkan infrastruktur energi Kuba yang sudah tua, membuat sistem kelistrikan sangat rentan terhadap kegagalan operasional.
* Dampak Sosial: Pemadaman bergilir yang terus menerus memaksa warga untuk menghadapi kesulitan ekstrem, terutama selama musim panas, di mana banyak masyarakat terpaksa beraktivitas di tengah malam demi menghindari suhu panas yang menyengat di tengah ketidakpastian pasokan listrik.
Otoritas berwenang biasanya berupaya memulihkan jaringan secara bertahap dengan membangun jaringan listrik mikro yang terisolasi untuk menyuplai fasilitas vital seperti rumah sakit dan instalasi air bersih sebelum menyambungkan kembali pembangkit-pembangkit listrik utama ke jaringan nasional.









