Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Forbina: Dorong Qanun Pertambangan Rakyat dan Kolaborasi dengan PT PEMA

Forbina: Dorong Qanun Pertambangan Rakyat dan Kolaborasi dengan PT PEMA

Redaksi by Redaksi
29 September 2025
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Banda Aceh – Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur, S.H, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak boleh hanya berhenti pada ultimatum terhadap tambang ilegal, tetapi harus segera menyiapkan Qanun tentang Pertambangan Wilayah Rakyat (WPR). Regulasi ini penting agar tambang ilegal dapat dialihkan menjadi tambang legal, sekaligus memberi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor pertambangan.

Menurutnya, hingga saat ini Aceh belum memiliki Qanun maupun Pergub yang mengatur mekanisme pengajuan izin tambang rakyat. Padahal, hal tersebut sangat mendesak pasca-ultimatum yang dikeluarkan Gubernur Aceh (Mualem) kepada para penambang ilegal.

Muhammad Nur menawarkan solusi agar PT PEMA, sebagai BUMD Aceh, menjadi fasilitator sekaligus mitra kerja masyarakat. Bekas-bekas tambang ilegal dapat dikelola di bawah skema kerja sama antara PT PEMA dengan rakyat, misalnya melalui pola join saham atau bagi hasil. Dengan demikian, masyarakat tetap mendapatkan penghidupan, sementara daerah memperoleh pendapatan dari sektor tambang secara sah.

Konten Terkait

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem

27 Oktober 2026
PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik

PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik

26 Oktober 2026
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

26 Oktober 2026
Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026

Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026

26 Oktober 2026

“PT PEMA harus menyiapkan anggaran untuk proses legalisasi wilayah tambang rakyat. Emas yang dihasilkan dibeli langsung oleh PEMA sebagai penampung resmi, lalu dijual dengan pencatatan yang jelas sehingga hasilnya benar-benar masuk ke kas daerah,” tegas Muhammad Nur.

Selain itu, Forbina juga mendorong agar biaya jaminan reklamasi pascatambang menjadi kewajiban bersama. Setelah emas diambil, lokasi tambang harus direhabilitasi agar kembali menjadi hutan. Dengan skema ini, pengelolaan tambang rakyat tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan.

kebijakan ini akan menjadi sumber pendapatan baru bagi Aceh di luar dana otonomi khusus. “Kalau regulasi jelas dan PEMA berperan aktif, tambang rakyat bisa menjadi sektor bisnis yang sehat, menguntungkan rakyat, daerah, sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya

Forbina menilai tambang rakyat sesungguhnya tidak membutuhkan teknologi rumit. Sebagian besar hanya mengandalkan alat sederhana seperti mesin pencucian atau mendulang emas. Karena itu, PT PEMA cukup hadir memberikan fasilitasi modal, teknologi dasar, dan manajemen usaha. Dengan pola ini, tambang rakyat bisa berubah menjadi bisnis kolaborasi yang sah, berorientasi pada kesejahteraan bersama.

“Kalau sistem tambang besar dipaksakan ke tambang rakyat, maka rakyat tidak akan mampu mengurus izinnya. Harus ada mekanisme yang lebih sederhana, cepat, dan sesuai skala tambang rakyat,” jelas Muhammad Nur.

Selain itu, Forbina menekankan pentingnya jaminan reklamasi pascatambang.

Menurut Muhammad Nur, Aceh harus segera memanfaatkan momentum pembahasan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kini sudah masuk agenda paripurna, namun belum disahkan. Regulasi pertambangan rakyat bisa dimasukkan ke dalam RTRW sebelum disahkan, sehingga menjadi bagian integral dalam tata kelola ruang dan sumber daya alam Aceh.

Forbina menegaskan, ini tawaran solusi nyata. Untuk Pemerintah Aceh, khususnya Mualem sebagai gubernur, diminta segera mengambil langkah konkret agar tidak terjebak dalam kebijakan yang kontradiktif.

“Kalau tidak ada perubahan, maka pernyataan gubernurmengeluarkan 2 statment offside dalam bentuk barcode tanpa perubahan, atau ultimatum tambang ilegal tanpa solusi. Ini bisa menurunkan wibawa gubernur sendiri. Karena itu, regulasi tambang rakyat harus segera dikeluarkan agar Aceh bisa mengelola sumber daya alamnya secara bermartabat,” tegas Muhammad Nur.

Forbina percaya, jika regulasi tambang rakyat disiapkan dengan baik dan PT PEMA mengambil peran aktif sebagai penampung sekaligus mitra bisnis, maka tambang emas Aceh akan menjadi sumber pendapatan baru daerah di luar dana Otsus, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.Tutupnya

Tags: berita aceh
ShareTweetPin
Previous Post

SUCOFINDO Perkuat Layanan Inspeksi Komoditas Batubara

Next Post

Mualem Nilai Larangan Plat BL Lebih Merugikan Sumut daripada Aceh

Konten Terkait

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem
News

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem

27 Oktober 2026

ACEH UTARA | Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab...

PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik
News

PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik

26 Oktober 2026

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan...

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
News

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

26 Oktober 2026

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe mengungkap kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penadahan yang...

Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026
News

Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026

26 Oktober 2026

JAKARTA — Marzuki AR, Penggerak Hak Asasi Manusia (HAM) dari Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon,...

Next Post
Mualem Nilai Larangan Plat BL Lebih Merugikan Sumut daripada Aceh

Mualem Nilai Larangan Plat BL Lebih Merugikan Sumut daripada Aceh

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.