ACEH UTARA – Festival Literasi 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara resmi berakhir pada Jumat (21/8/2026). Acara penutupan dipimpin oleh Ibu Bupati Aceh Utara, Ny. Musliana dan turut dihadiri Ibu Bupati Aceh Timur Ny. Dr. Lismawani, S.Pd., M.Ag., Ibu Bupati Bireuen Ny. Sadriah, SKM., MKM, serta Ibu Wakil Bupati Aceh Utara Ny. Junidar Tarmizi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya baca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat di tengah perkembangan era digital.
Festival yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik itu dipusatkan di halaman dan Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan diikuti berbagai kalangan masyarakat, khususnya pelajar.
Selama pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda literasi, di antaranya talkshow, bedah buku, bimbingan teknis (Bimtek), pelatihan mendongeng, pelatihan menulis cerpen, lomba mewarnai serta sejumlah perlombaan lainnya.
Memasuki hari terakhir, suasana Festival Literasi 2026 semakin meriah dengan penampilan artis lokal Aceh, Apa Lahu dan Kuya Ali, yang menghibur para peserta serta masyarakat yang hadir.
Festival Literasi 2026 sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE., MM., yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Utara, Dr. Fauzan, S.STP., MPA., pada Rabu (19/8).
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara yang diwakili Sekretaris Dinas, Muhammad Taufieq, SE., MSE., menyambut baik pelaksanaan Festival Literasi 2026.
Ia mengajak para pelajar dan masyarakat Aceh Utara untuk terus meningkatkan budaya membaca serta mengembangkan kemampuan literasi sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Melalui Festival Literasi ini kita berharap lahir generasi Aceh Utara yang cerdas secara intelektual, bijak secara sosial, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Oleh karenanya, dalam menggunakan media sosial di dunia digitalisasi ini, selalu menggunakan moral dan etika,” ujarnya.
Penutupan Festival Literasi 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari gerakan literasi, tetapi menjadi awal untuk terus menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, kreatif dan beretika. []








