GENTAPOST.COM – LHOKSUKON | Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan komunikasi para santri, Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM, melalui Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara menggelar Pelatihan Public Speaking bagi Santri Dayah di Aula Mitra Hotel Lhoksukon, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, hingga Jumat (14/11/2025), diikuti oleh 20 peserta dari berbagai dayah di wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM, melalui Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi bagi santri merupakan bagian penting dalam membentuk generasi dayah yang cerdas, berwawasan luas, dan mampu menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat.
“Santri bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga calon pemimpin umat. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan berbicara di depan publik agar mampu menyampaikan pesan keagamaan dan pembangunan dengan cara yang bijak, santun, dan inspiratif,” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Kerja Dinas Pendidikan Dayah Tahun Anggaran 2025, sebagaimana tertuang dalam DPPA Nomor: DPPAA.3/1.01.0.00.0.00.08.0000/001/20255 tanggal 3 November 2025.
“Tujuan pelatihan ini adalah memberikan bekal keterampilan praktis kepada para santri agar siap menghadapi tantangan kehidupan pasca mondok, sesuai dengan arahan Bupati Aceh Utara untuk mewujudkan Aceh Utara Bangkit. Kami ingin mencetak santri yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat,” lanjutnya.
Menurut Zulkifli, pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum secara percaya diri, terstruktur, dan komunikatif, sehingga para santri dapat menyampaikan gagasan, dakwah, maupun pesan keagamaan secara efektif kepada berbagai lapisan masyarakat.
Ketua Hathar Aceh Utara, Tgk. Maulidin, S.H., yang turut menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menyambut baik inisiatif Dinas Pendidikan Dayah. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat dalam memperkuat kemampuan para santri berdakwah dan menyampaikan ajaran agama secara menarik serta mudah dipahami oleh masyarakat.
“Dengan pelatihan ini, santri dapat menyesuaikan gaya dakwahnya sesuai dengan audiens yang dihadapi, sehingga pesan keagamaan dapat diterima dengan lebih baik,” ujar Tgk. Maulidin.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengelola Training Kader Dakwah (LP-TKD) Aceh Utara, Tgk. Munawir, S.Sos., berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Aceh Utara.
“Kami berharap pelatihan public speaking seperti ini dapat digelar secara merata agar seluruh santri memiliki kemampuan berbicara yang baik, mampu berdakwah dengan cara yang menarik, serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Ini juga merupakan bagian dari amanah Abu untuk terus meningkatkan kualitas kader dakwah di Aceh,” pungkasnya.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, kegiatan pengembangan kapasitas santri akan terus menjadi prioritas dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Pemkab Aceh Utara berkomitmen mendukung setiap inisiatif yang mendorong santri menjadi generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berkontribusi positif bagi kemajuan daerah.









