LANGSA – Dewan Da’wah Kota Langsa menggelar kajian spesial dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama Ketua Dewan Da’wah Aceh, Prof. Dr. Muhammad AR, M.Ed. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 24–25 Januari 2026, dan berlangsung khidmat di dua masjid, yakni Masjid Al Muttaqin Gampong Serambi Indah dan Masjid Istiqomah Gampong PB. Seulemak, Kota Langsa.
Ketua Dewan Da’wah Kota Langsa, Prof. Dr. Iskandar, MCL, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk menguatkan kembali nilai-nilai keimanan umat Islam khususnya dalam menjaga kualitas shalat dan akhlak.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Dewan Da’wah Kota Langsa dalam menghidupkan masjid sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat. Menurutnya masjid harus terus dimakmurkan dengan kegiatan keislaman yang mencerahkan dan menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Da’wah Aceh, Prof. Dr. Muhammad AR, M.Ed, dalam tausiyahnya mengupas secara mendalam makna dan hikmah peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual Rasulullah SAW yang sarat dengan pelajaran tentang ketaatan, kesabaran, dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
“Shalat adalah hadiah terbesar bagi umat Islam. Ia bukan beban, melainkan kebutuhan ruhani yang menjadi sumber kekuatan, ketenangan, dan penjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya di hadapan jamaah.
Menurutnya berbagai persoalan umat yang muncul saat ini seperti degradasi moral dan lemahnya karakter, tidak terlepas dari menurunnya kualitas ibadah, khususnya shalat. Oleh karena itu, momentum Isra Mi’raj harus dijadikan sebagai titik balik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Prof. Muhammad AR yang juga sebagai Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menekankan pentingnya peran masjid dalam membina umat. Ia menyebut masjid bukan hanya tempat ibadah ritualtetapi juga pusat pendidikan, dakwah, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
“Jika masjid dimakmurkan dengan ilmu dan dakwah, maka dari sanalah akan lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme dari jamaah. Sejak awal hingga akhir kegiatan, para peserta tampak khusyuk menyimak setiap materi yang disampaikan oleh penceramah. Beberapa jamaah terlihat aktif mencatat poin-poin penting dari tausiyah sebagai bahan penguatan pemahaman dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kajian semakin hidup ketika sesi dialog dibuka, di mana sejumlah jamaah mengajukan pertanyaan seputar materi Isra Mi’raj dan hikmah shalat yang telah dijelaskan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara lugas dan mendalam oleh penceramah, sehingga menambah wawasan serta memperkuat pemahaman jamaah dalam suasana yang penuh kekhusyukan.
Sekretaris Dewan Da’wah Kota Langsa, Afrizal Refo, MA, menyampaikan bahwa kajian Isra Mi’raj ini merupakan bagian dari program dakwah berkelanjutan yang dilaksanakan Dewan Da’wah Kota Langsa dengan menyasar langsung masyarakat di tingkat gampong.
“Kami berharap kegiatan ini memberi dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran beribadah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kajian Isra Mi’raj suasana masjid tetap dipenuhi rasa kebersamaan. Jamaah saling bersalaman dan berbincang, mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah. Dewan Da’wah Kota Langsa berharap semangat Isra Mi’raj yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.









