TAKENGON – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Aceh Tengah kini menyasar peran ayah dalam kesehatan dan gizi keluarga. UPTD Puskesmas Rawat Inap Ketol meluncurkan inovasi GEGARANG DIGITAL atau Gerakan Ayah Sigap dan Responsif untuk Kesehatan dan Gizi Keluarga.
Inovasi tersebut menggabungkan pendekatan kesehatan keluarga dengan teknologi digital. Ayah didorong tidak lagi sekadar menjadi pendamping, tetapi ikut aktif dalam memantau kesehatan ibu, anak, hingga anggota keluarga lainnya.
GEGARANG DIGITAL mencakup pendampingan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
Sistem digital yang diterapkan memberikan sejumlah informasi dan pengingat kepada ayah yang telah terdaftar. Di antaranya notifikasi jadwal pemeriksaan kehamilan, imunisasi, kunjungan Posyandu, hingga pemantauan perkembangan berat badan ibu dan pertumbuhan balita.
Selain itu, terdapat panduan gizi harian yang disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal masyarakat Gayo. Ayah juga mendapatkan informasi mengenai tanda bahaya kehamilan serta langkah awal yang perlu dilakukan ketika menemukan kondisi tersebut.
Sistem ini juga membantu mengingatkan petugas kesehatan terkait kunjungan rumah bagi keluarga yang memiliki risiko stunting.
Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Ketol mengatakan keterlibatan ayah sangat penting dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Ayah sering kali hanya menjadi penonton dalam urusan kesehatan keluarga. Padahal, dukungan, perhatian, dan keterlibatan ayah adalah faktor penentu keberhasilan gizi dan tumbuh kembang anak. GEGARANG DIGITAL hadir untuk mengubah pola pikir itu menjadi budaya baru,”ujarnya, Sabtu 15 Agustus 2026.
Penerapan awal GEGARANG DIGITAL disebut mulai menunjukkan hasil positif. Data awal mencatat kehadiran ayah dalam mendampingi ibu menjalani pemeriksaan kehamilan meningkat lebih dari 65 persen.
Sementara kehadiran keluarga di Posyandu dilaporkan meningkat sekita. Pemahaman ayah mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) juga mengalami peningkatan.
Selain itu, keterlambatan dalam mendeteksi risiko stunting mulai menurun.
Tim inovasi GEGARANG DIGITAL menilai capaian tersebut menunjukkan teknologi sederhana dapat memberikan dampak apabila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar inovasi teknologi. Ini adalah gerakan perubahan budaya, di mana ayah sadar, hadir, dan bertanggung jawab penuh atas kesehatan istri dan anaknya. Itulah investasi terbaik untuk masa depan Aceh Tengah,” kata tim inovasi tersebut.
GEGARANG DIGITAL dikelola UPTD Puskesmas Rawat Inap Ketol dengan dukungan mitra teknis Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah.
Inovasi ini ditujukan untuk mempercepat penurunan stunting melalui keterlibatan aktif ayah berbasis digital. Cakupannya tidak hanya terbatas pada balita, tetapi menyasar kesehatan keluarga sepanjang siklus kehidupan.
Pihak pengelola menyatakan GEGARANG DIGITAL saat ini telah diterapkan dan terbuka untuk dikembangkan ke wilayah lainnya di Aceh Tengah.
Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, teknologi, pemerintah dan keluarga, inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya Aceh Tengah dalam menyiapkan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting.









