Jakarta | Situasi di kawasan Teluk benar-benar berada di titik didih. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan keberhasilan Operasi Janji Sejati 4 (Gelombang ke-92) pada Jumat, 3 April 2026.
Serangan ini menjadi salah satu eskalasi paling mematikan setelah berbagai instalasi militer Amerika Serikat dan Israel dilaporkan hancur lebur berserakan.
Kiamat Logistik AS di Pelabuhan Kuwait
Pukulan paling telak terjadi di Pelabuhan Al-Shuwaikh, Kuwait.
Rudal balistik canggih Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara pangkalan tersebut dan menghantam beberapa kapal angkut militer jenis Landing Craft Utility (LCU) milik Amerika Serikat.
Saksi mata dan laporan intelijen menyebutkan kapal amfibi yang mengangkut peralatan tempur berat tersebut meledak hebat.
Puing-puing kapal amfibi kebanggaan AS itu kini dikabarkan hancur lebur berserakan di sekitar dermaga, memutus jalur logistik vital Pentagon di kawasan tersebut.
Radar Bahrain Lumpuh, Jet F-15 Dikabarkan Runtuh
Tak hanya di Kuwait, serangan Iran juga menyasar titik-titik buta pertahanan AS dan sekutunya:
Bahrain: Serangan drone kamikaze berhasil meluluhlantakkan sistem radar pengawasan udara jarak jauh di Jabal Al-Dukhan.
Wilayah Udara Iran: Klaim paling mengejutkan datang dari jatuhnya jet tempur F-15 Amerika Serikat.
Pesawat tempur canggih tersebut dilaporkan dihantam rudal pertahanan udara Iran hingga jatuh dan berkeping-keping.
Markas F-16 Israel di Haifa Ikut Membara
Selain menyasar aset AS, Iran juga meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel:
Pangkalan Udara Ramat David: Markas utama bagi jet-jet tempur F-16 Israel di dekat Haifa dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat hantaman rudal.
Hujan Rudal di Tel Aviv: Lebih dari 50 titik strategis di jantung Tel Aviv menjadi target rudal balistik Khorramshahr-4, yang dikenal memiliki daya ledak tinggi dan akurasi presisi.
Strategi ‘Lumpuhkan dan Hancurkan’
Operasi “Janji Sejati 4” ini menunjukkan strategi baru Iran yang fokus pada penghancuran aset logistik dan mata udara (radar) lawan.
Keberhasilan menembus pangkalan-pangkalan yang dijaga ketat di Kuwait dan Bahrain menandakan babak baru dalam peta kekuatan militer di Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pentagon maupun IDF masih melakukan investigasi mendalam terkait total kerugian personel dan material.
Namun, visual kehancuran yang beredar di lapangan menunjukkan bahwa ini adalah salah satu kerugian terbesar AS di kawasan Teluk dalam beberapa dekade terakhir.









