ACEH UTARA – Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan dana meugang yang turut memberikan porsi terbesar bagi Kabupaten Aceh Utara, di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh menjelang Idulfitri 2026.
Dari total anggaran Rp72,75 miliar yang disalurkan ke seluruh Aceh, Aceh Utara tercatat sebagai penerima terbesar, yakni mencapai Rp19,55 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 391 desa terdampak, dengan masing-masing desa menerima alokasi sekitar Rp50 juta.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebutkan, bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga tradisi dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah kondisi pemulihan.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat tetap melaksanakan tradisi meugang sebagai bagian dari kearifan lokal Aceh,” ujarnya.
Seluruh dana telah ditransfer langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) melalui Bank Aceh Syariah pada 17 Maret 2026.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara selanjutnya bertanggung jawab atas proses pengadaan dan distribusi sapi kepada masyarakat di desa-desa penerima.
Tradisi meugang sendiri merupakan momen penting bagi masyarakat Aceh, yang ditandai dengan penyembelihan dan konsumsi daging bersama keluarga menjelang hari raya. Di tengah kondisi pascabencana, tradisi ini menjadi simbol ketahanan sosial dan kebersamaan warga.
Dengan alokasi terbesar yang diterima, diharapkan pelaksanaan meugang di Aceh Utara dapat berjalan optimal serta membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan tahap awal pada awal Ramadan 2026. Dengan adanya tambahan bantuan ini, semangat menyambut Idulfitri di Aceh Utara diharapkan tetap terjaga dengan baik.









