Aceh Utara | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Sarjani (yang akrab disapa Imum Jon) dari Komisi VII, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan Nailul Arifa, putri asal Aceh Utara yang berhasil menyabet Juara Pertama Cabang Tartil Al-Qur’an Putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh XXXVII tahun 2025.
Perhelatan yang berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya pada 1–8 November 2025 lalu tersebut menjadi saksi kepiawaian santri cilik asal Bumi Malikussaleh ini dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 187/PENG/2025, penghargaan tersebut diserahkan langsung pada malam penutupan acara.
Nailul Arifa merupakan putri dari pasangan Tgk. As’adi dan Nurjannah. Lahir di Desa Keh, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara pada 5 November 2015, Nailul saat ini masih duduk di bangku kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Kabupaten Aceh Utara.
Imum Jon menilai prestasi ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan bukti nyata keberhasilan pendidikan karakter dan agama di tingkat akar rumput.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi ananda Nailul Arifa. Di usia yang masih sangat muda, ia telah mengharumkan nama Aceh Utara di tingkat provinsi. Ini adalah aset besar bagi masa depan syiar Islam di Aceh,” ujar Imum Jon.
Keberhasilan Nailul Arifa diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Aceh untuk terus mencintai Al-Qur’an. Prestasi ini juga mengukuhkan posisi Aceh Utara sebagai salah satu lumbung qari dan qariah potensial di Serambi Mekkah.
Pemerintah Provinsi Aceh melalui Gubernur Muzakir Manaf memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam memotivasi para penjaga kalam Allah. Penyerahan dilakukan tepat pada penutupan MTQ di Pidie Jaya, 17 Jumadil Awal 1447 Hijriah (8 November 2025).
Bagi Imum Jon, dukungan terhadap sektor pendidikan keagamaan khususnya madrasah dan dayah akan terus menjadi prioritas dalam fungsi pengawasannya di parlemen Aceh guna memastikan lahirnya generasi baru di masa depan.
Lebih lanjut, Imum Jon menekankan bahwa prestasi tingkat provinsi ini harus menjadi batu loncatan menuju ajang nasional. Ia mengharapkan adanya pembinaan intensif bagi Nailul Arifa agar mampu bersaing membawa nama harum daerah di tingkat pusat.
“Prestasi juara satu di Aceh adalah bukti kapasitasnya sudah mumpuni. Namun, untuk bertarung di tingkat nasional, diperlukan persiapan mental dan teknis yang lebih matang. Kita ingin Nailul menjadi wajah Aceh di kancah nasional,” tegas politisi tersebut.
Imum Jon meyakini bahwa dengan disiplin tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah, orang tua, serta guru, Nailul Arifa memiliki peluang besar untuk menorehkan prestasi gemilang di masa depan.
“Kita harus memastikan talenta emas seperti ini terus dirawat. Mereka adalah penjaga identitas keislaman Aceh di masa depan,” pungkasnya.









