Kutacane_Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung perintis Garuda di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Jumat (3/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRK, Kapolres Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah, pejabat eselon II dan III, Camat Badar, Camat Darul Hasanah, Camat Ketambe, Kepala Desa Kumbang Jaya, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Fakhry menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan antar desa, tetapi juga menjadi akses penting antar kecamatan yang dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap pembangunan di Aceh Tenggara.
Selain itu, ia berharap proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan serta dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dandim 0108/Agara, Czi Aryo Murdyantoro, menjelaskan bahwa jembatan sepanjang 170 meter ini menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah. Pembangunan ini dilakukan sebagai solusi atas kesulitan akses masyarakat pasca banjir.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat melalui TNI untuk membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi,” jelasnya.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program tersebut.
“Mari kita bersama-sama mendukung program TNI untuk masyarakat, karena akses ini merupakan urat nadi perekonomian warga,” katanya.
Ditargetkan, pembangunan jembatan dapat selesai dan mulai digunakan pada bulan Mei 2026.
Setelah kegiatan peletakan batu pertama, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Leuser, Kecamatan Ketambe. (YL)









